Tugas ke-3

Pengertian komunikasi

Pengertian atau Definisi Komunikasi – Komunikasi sering kita lakukan dalam sehari-hari, komunikasi ini merupakan kebutuhan yang paling mendasar manusia. Saat seseorang dengan orang lain berdekatan maka terjadi komunikasi secara verbal, namun jika mereka berada dalam jarak yang jauh mereka menggunakan beberapa cara untuk berkomunikasi.

 

Sebelum mengetahui pengertian atau definisi komunikasi, anda perlu tahu dan baca artikel Pengertian Teknologi dan Pengertian Informasi. Berikut ini Pengertian atau Definisi Komunikasi secara singkat dan jelas.

 

Pengertian Komunikasi

Komunikasi atau dalam bahasa inggrisnya Communication, menurut asal katanya berasal dari bahasa latin yaitu Communicatio. Komunikasi adalah suatu proses ketika seseorang atau kelompok masyarakat menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungannya. Pada umumnya, komunikasi terjadi secara lisan atau verbal. Komunikasi dapat terjadi jika ada persamaan antara penyampaian pesan dengan orang yang menerima pesan.

 

Pengertian Komunikasi Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia

(KBBI terbitan Balai Pustaka, 2002), komunikasi adalah:

1. Pengiriman dan penerimaan pesan antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami, hubungan, kontak.

2. Perhubungan.

 

Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli

Beberapa ahli mengungkapkan pendapatnya mengenai pengertian komunikasi, berikut ini pengertian komunikasi menurut pendapat para ahli :

1. Carl I. Hovland

Hovland berpendapat mengenai pengertian komunikasi, menurutnya “Komunikasi adalah suatu proses yang memungkinkan seseorang (komunikator) menyampaikan pesan (lambang-lambang verbal) untuk mengubah perilaku orang lain (komunikan)”.

 

2. Theodore M. Newcomb

Menurutnya pengertian komunikasi adalah “setiap tindakan komunikasi dipandang sebagai suatu transmisi informasi,terdiri dari rangsangan yang diskriminatif, dari sumber kepada penerima”.

 

3. Everett M. Rogers

Everett berpendapat bahwa “Komunikasi adalah proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerima, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka atau penerima”.

 

4. Onong Uchjana Effendy

Ia mengungkapkan pengertian dari komunikasi adalah “proses penyampaian pikiran atau perasaan oleh seseorang kepada orang lain”. Pikiran tersebut bisa merupakan informasi, gagasan, opini, dll yang muncul dari pikirannya sendiri.

 

5. Hafield Cangara

Hafield menyatakan suatu definisi baru mengenai pengertian komunikasi, ia menyatakan bahwa “komunikasi adalah suatu proses di mana dua orang atau lebih melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lainnya, yang pada gilirannya akan tiba pada saling pengertian”.

 

 

 

Unsur – Unsur Komunikasi

 

1. Sumber

Sumber adalah dasar yang digunakan dalam penyampaian pesan dan digunakan dalam rangka memperkuat pesan itu sendiri. Sumber dapat berupa orang, lembaga, buku, dokumen dan sejenisnya.

 

2. Komunikator

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:

 

– Penampilan

Khusus dalam komunikasi tatap muka atau yang menggunakan media pandang dengan audio visual, seorang komunikator harus menyesuaikan diri dengan lingkungan dan komunikan. Penampilan ini sesuai dengan tata krama dengan memperhatikan keadaan, waktu dan tempat.

 

– Penguasaan masalah

Seseorang yang tampil atau ditampilkan sebagai komunikator haruslah betul- betul menguasai masalahnya. Apabila tidak, maka setelah proses komunikasi berlangsung akan menimbulkan ketidakpercayaan terhadap komunikator dan akhirnya terhadap pesan itu sendiri yang akan menghambat terhadap efektivitas komunikasi.

 

-Penguasaan bahasa

Komunikator harus menguasai bahasa dengan baik. Bahasa ini adalah bahasa yang digunakan dan dapat dipahami oleh komunikan. Penguasaan bahasa akan sangat membantu menjelaskan pesan- pesan apa yang ingin kita sampaikan kepada audience.

 

3. Pesan

Pesan adalah keseluruhan dari apa yang disampaikan oleh komunikator. Pesan ini mempunyai inti pesan yang sebenarnya menjadi pengarah di dalam usaha mencoba mengubah sikap dan tingkah laku komunikan. Pesan dapat secara panjang lebar mengupas berbagai segi, namun inti pesan dari komunikasi akan selalu mengarah kepada tujuan akhir komunikasi itu.

 

4. Channel/ Saluran

Channel adalah saluran penyampaian pesan, biasa juga disebut dengan media. Media komunikasi dapat dikategorikan dalam dua bagian, yaitu media umum dan media massa. Media umum adalah media yang dapat digunakan oleh segala bentuk komunikasi, contohnya radio dan sebagainya. Media massa adalah media yang digunakan untuk komunikasi massa, misalnya televisi.

 

5. Komunikasi

Komunikasi dapat digolongkan menjadi 3 jenis, yaitu

1) personal

2) kelompok, dan

3) massa

 

Dari segi sasarannya, komunikasi ditujukan atau diarahkan kedalam komunikasi personal, komunikasi kelompok dan komunikasi massa.

 

6. Efek

Efek adalah hasil akhir dari suatu komunikasi, yaitu sikap dan tingkah laku orang, sesuai atau tidak sesuai dengan yang kita inginkan. Apabila sikap dan tingkah laku orang lain itu sesuai, maka komunikasi berhasil.

 

7. Faktor- faktor yang diperhatikan dalam proses komunikasi

1)Empat tahap proses komunikasi menurut Cutlip dan Center, yaitu:

– pengumpulan fakta

– Perencanaan

– Komunikasi

– Evaluasi

 

Bagaimana menyalurkan ide melalui komunikasi.

 

Pada umumnya komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan gerak gerik badan seperti tersenyum,menggelengkan kepala, dan mengangkat bahu. Dalam menyalurkan ide atau solusi harus ada si pengirim (sender) dan si penerima (receiver). Ide-ide yang diambil pun tidak sembarangan, tetapi ada penyaringan dan seleksi untuk diambil ide manakah yang terbaik untuk di ambil dan dilaksanakan untuk oleh organisasi tersebut agar mencapai tujuan bersama,serta visi dan misi suatu organisasi.

Adapun tahapan-tahapan cara menyalurkan ide melalui komunikasi :

–         Ide (gagasan) oleh sender.

–         Perumusan yaitu dalam perumusan ini ide si sender disampaikan oleh kata-kata.

–         Penyaluran (transmitting) yaitu penyaluran ini bisa lisan,tertulis,simbol maupun isyarat,dll.

–         Tindakan yaitu tindakan ini sebagai contoh perintah-perintah dalam organisasi  dilaksanakan.

–         Pengertian yaitu kata-kata si sender dalam perumusan tadi dijadikan ide oleh si penerima.

–         Penerimaan yaitu ide atau informasi ini diterima oleh penangkap berita (receiver).

Dalam membina kerjasama dalam kelompok inilah yang nantinya digunakan dalam rangka membina koordinasi organisasi kesatuan gerak dan arah yang sesuai dengan arah dan tujuan organisasi. Agar tercapai koordinasi dalam kerjasama, pada organisasi itu sangat penting dilaksanakannya komunikasi yang tepat dan se-efektif  mungkin sehingga koordinasi dan kerja sama benar-benar dilaksanakan dengan tepat juga.

 

Hambatan-hambatan komunikasi dalam organisasi:

 

Ø  Hambatan Teknis

Keterbatasan fasilitas dan peralatan komunikasi. Dari sisi teknologi semakin berkurang dengan adanya temuan baru dibidang kemajuan teknologi, komunikasi dan informasi. Sehingga  saluran komunikasi dapat diandalkan dan efisien sebagai media komunikasi. Menurut Chruden dan Sherman, dalam bukunya  Personnel Management , 1976, jenis hambatan teknis dalam komunikasi :

a. Tidak adanya rencana dan prosedur kerja yang jelas

b. Kurangnya informasi atau penjelasan.

c. Kurangnya keterampilan membaca.

d. Pemilihan media (saluran) yang kurang tepat.

Ø  Hambatan Semantik

Gangguan semantik menjadi hambatan dalam proses penyampaian pengertian atau ide secara efektif. Definisi semantik sebagai studi atas pengertian, yang diungkapkan lewat bahasa. Kata-kata membantu proses pertukaran timbal balik arti dan pengertian (komunikan dan komunikator), tapi seringkali proses penafsirannya keliru. Tidak adanya hubungan antara simbol dan dengan apa yang di simbolkannya dapat mengakibatkan data yang dipakai ditafsirkan sangat berbeda dari apa yang dimaksudkan sebenarnya. Untuk menghindari misi komunikasi yang seperti ini, seorang komunikator harus memilih kata-kata yang tepat sesuai dengan karakteristik komunikannya, dan melihai kemungkinan penafsirannya  terhadap kata-kata yang dipakai.

Ø  Hambatan Manusiawi

Terjadi karena adanya faktor emosi dan prasangka pribadi, presepsi, kecakapan atau ketidakcakapan, kemampuan atau ketidakmampuan panca indera manusia,dll.

Menurut Chruden dan Sherman:

 

a. Hambatan yang berasal dari perbedaan individual manusia yaitu perbedaan umur, perbedaan presepsi,perbedaan keadaan emosi, perbedaan status, keterampilan mendengarkan, penyaringan dan pencairan informasi.

b. Hambatan yang ditimbulkan oleh iklim psikologis dalam organisasi yaitu Suasana iklim kerja dapat mempengaruhi sikap dan perilaku staff dan efektifitas komunikasi organisasi.

 

Klasifikasi komunikasi dalam organisasi

Dalam komunikasi organisasi terdapat beberapa macam klasifikasi komunikasi dan diantaranya adalan sebagai berikut:

I.        Dari segi sifatnya :

a.     Komunikasi lisan            : komunikasi yang langsung berbicara.

b.     Komunikasi tertulis         : komunikasi yang melalui tulisan.

c.     Komunikasi verbal          : komunikasi yang dibicarakan / diungkapkan.

d.     Komunikasi nonverbal     : komunikasi yang tersirat.

II.        Dari segi arahnya :

a.     Komunikasi ke atas          : komunikasi dari bawahan ke atasan.

b.     Komunikasi ke bawah      : komunikasi dari atasan ke bawahan.

c.     Komunikasi horizontal     : komunikasi ke sesama manusia yang derajatnya / tingkatnya sama.

d.     Komunikasi satu arah       : Komunikasi tanpa ada timbal balik.

e.     Komunikasi dua arah       : komunikasi dengan adanya timbal bakik / saling berkomunikasi.

III.        Dari segi lawannya :

a.     Komunikasi satu lawan satu :

berbicara dengan lawan bicara yang sama.

b.     Komunikasi satu lawan banyak(kelompok) :

berbicara antara satu orang dengan satu kelompok.

c.     Komunikasi  lawan kelompok :

berbicara antara satu kelompok dengan kelompok yang lain.

IV.        Dari segi keresmiannya :

a.     Komunikasi formal          : komunikasi yang langsung resmi.

b.     Komunikasi informal       : komunikasi yang tidak resmi.

Faktor Perubahan Organisasi

 

Sebuah perubahan dan pengembangan dapatlah terjadi pada apapun dan siapapun tidak terkecuali dengan organisasi. Tidak banyak individu atau organisasi menyukai adanya perubahan, namun perubahan tidak dapat dihindari namun harus di hadapi.

Faktor perubahan dapat terjadi karena 2 faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

 

Faktor internal

 

adalah segala keseluruhan faktor yang ada di dalam organisasi dimana factor tersebut dapat mempengaruhi organisasi dan kegiatan organisasi.

Adalah penyebab perubahan yang berasal dari dalam organisasi yang bersangkutan, yang dapat berasal dari berbagai sumber.

 

Problem yang sering timbul berkaitan dengan hubungan sesame anggota organisasi pada umumnya menyangkut masalah komunikasi dan kepentingan masing-masing anggota.

Proses kerja sama yang berlangsung dalam organisasi juga kadang-kadang merupakan penyebab dilakukannya perubahan. Problem yang timbul dapat menyangkut masalah system kerjasamanya dan dapat pula menyangkut perlengkapan atau peralatan yang digunakan. Sistem kerja sama yang terlalu birokratis atau sebaliknya dapat menyebabkan suatu organisasi menjadi tidak efisien. System birokrasi (kaku) menyebabkan hubungan antar anggota menjadi impersonal yang mengakibatkan rendahnya semangat kerja dan pada gilirannya produktivitas menurun, demikian sebaliknya. Perubahan yang harus dilakukan akan menyangkut struktur organisasi yang digunakan.

 

Contoh Faktor Internal :

 

a.  Perubahan kebijakan lingkungan

 

b.  Perubahan tujuan

 

c.  Perluasan wilayah operasi tujuan

 

d.  Volume kegiatan bertambah banyak

 

e.  Sikap & perilaku dari para anggota organisasi.

 

Faktor eksternal

 

adalah segala keseluruhan faktor yang ada di luar organisasi yang dapat mempengaruhi organisasi dan kegiatan organisasi. Beberapa factor tersebut antara lain : Politik, Hukum , Kebudayaan, Teknologi, Sumber alam, Demografi dan sebagainya.

 

Adalah penyebab perubahan yang berasal dari luar, atau sering disebut lingkungan. Organisasi bersifat responsive terhadap perubahan yang terjadi di lingkungannya. Oleh karena itu, jarang sekali suatu organisasi melakukan perubahan besar tanpa adanya dorongan yang kuat dari lingkungannya. Artinya, perubahan yang besar itu terjadi karena lingkungan menuntut seperti itu. Beberapa penyebab perubahan organisasi yang termasuk faktor ekstern adalah perkembangan teknologi, faktor ekonomi dan peraturan pemerintah.

 

Contoh Faktor Eksternal :

 

a. Politik

 

b. Hukum

 

c. Kebudayaan

 

d. Teknologi

 

e. Sumber daya alam

 

f. Demografi

 

g. Sosiologi

 

 

 

        Pengertian perubahan

 

Perubahan adalah merupakan suatu proses yang sangat rumit dan untuk bekerja secara efektif dengan lingkungan terutama dengan orang-orang di sekitar kita, maka penting sekali untuk dapat memahami beberapa karakteristik yang berkaitan dengan proses perubahan ini.

 

Bila kita dapat memahami proses perubahan, maka dalam hal pengambilan keputusan akan lebih didasarkan pada informasi tentang bagaimana membantu seseorang atau orang lain dan mengurangi frustasi pada diri.

 

Dalam suatu proses perbahan, juga terdapat karakteristik nya. Dan berikut ini merupakan beberapa karakteristik perubahan :

 

a.  Dibutuhkan waktu yang lama untuk mempromosikan perubahan di umum. Dalam hal ini, waktu sangat bereran penting dalam terwujudnya suatu proses perubahan yang dilakukan oleh seseorang.

 

b. Untuk berubah, seseorang membutuhkan motivasi, kemauan, dukunan, serta tekanan (pressure) yang sama. penekanan dilakukan untuk merubah suatu kebiasaan yang sering dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Tekanan tanpa dukungan, justru akan menghasilkan frustasi dan bukan peningkatan. Tekanan yang disertai dukungan akan menghasilkan perubahan.

 

c. Perubahan bukan hal yang linier (lurus). Melakukan suatu perubahan, merupakan hal yang mudah, namun tak mudah. Dalam melakukannya membutuhkan faktor lain, dan itu harus sejalan dengan yang diinginkan.

 

d. Tidak semua orang bereaksi pada suatu inovasi. Dalam hal ini, tidak semua orang dapat memasukkan dirinya dalam suatu proses dengan mudah. Pasti membutuhkan usaha yang cukup keras untuk berinovasi.

 

Ciri – ciri Pengembangan Organisasi.

 

Suatu strategi pendidikan yang kompleks yang dimaksudkan untuk mengubah keyakinan, sikap, nilai, dan struktur organisasi sehingga mereka dapat lebih beradaptasi dengan teknologi baru, pemasaran dan tantangan, dan tingkat yang memusingkan perubahan itu sendiri. Maka Pengembangan organisasi yang efektif memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

1. Merupakan strategi terencana dalam mewujudkan perubahan organisasional, yang memiliki sasaran jelas berdasarkan diagnosa yang tepat tentang permasalahan yang dihadapi oleh organisasi.

2. Merupakan kolaborasi antara berbagai pihak yang akan terkena dampak perubahan yang akan terjadi.

3. Menekankan cara-cara baru yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja seluruh organisasi dan semua satuan kerja dalam organisasi.

4. Mengandung nilai humanistik dimana pengembangan potensi manusia menjadi bagian terpenting.

5. Menggunakan pendekatan komitmen sehingga selalu memperhitungkan pentingnya interaksi, interaksi dan interdependensi antara berbagai satuan kerja sebagai bagian integral di suasana yang utuh.

6. Menggunakan pendekatan ilmiah dalam upaya meningkatkan efektivitas organisasi.

Bila selama ini kita hanya mengenal pembelajaran pada tingkat individu dan kelompok, maka perkembangan manajemen telah mengenal pembelajaran organisasi (learning organization), yang secara sederhana dapat diartikan sebagai : organisasi yang secara terus menerus melakukan perubahan diri agar dapat mengelola pengetahuan lebih baik lagi, memanfaatkan tekhnologi, memberdayakan sumber daya, dan memperluas area belajarnya agar mampu bertahan di lingkungan yang selalu berubah.

 

Metode Perubahan dan Pengembangan Organisasi.

 

Ada berbagai teknik yang dirancang para ahli, dengan tujuan meningkatkan kemampuan berkomunikasi serta bekerja secara efektif, antar-individu maupun antar-kelompok dalam organisasi. Beberapa teknik yang sering digunakan berikut ini.

1. Sensitivity training, merupakan teknik OD yang pertama diperkenalkan dan ayang dahulu paling sering digunakan. Teknik ini sering disebut juga T-group. Dalam kelompok kelomok T (singkatan training) yang masing masing terdiri atas 6 – 10 peserta, pemimpin kelompok (terlatih) membimbing peserta meningkatkan kepekaan (sensitivity) terhadap orang lain, serta ketrampilan dalam hubunga antar-pribadi.

2. Team Building, adalah pendekatan yang bertujuan memperdalam efektivitas serta kepuasaan tiap individu dalam kelompok kerjanya atau tim. Teknik team building sangat membantu meningkatkan kerjasama dalam tim yang menangani proyek dan organisasinya bersifat matriks.

3. Survey feedback. Dalam teknik sruvey feedback. Tiap peserta diminta menjawab kuesioner yang dimaksud untuk mengukur persepsi serta sikap mereka (misalnya persepsi tentang kepuasan kerja dan gaya kepemimpinan mereka). Hasil surveini diumpan balikkan pada setiap peserta, termasuk pada para penyelia dan manajer yang terlibat. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan kuliah atau lokakarya yang mengevaluasi hasil keseluruhan dan mengusulkan perbaikan perbaikan konstruktif.

4. Transcational Analysis (TA). TA berkonsentrasi pada gaya komunikasi antar-individu. TA mengajarkan cara menyampaikan pesan yang jelas dan bertanggung jawab, serta cara menjawab yang wajar dan menyenangkan. TA dimaksudkan untuk mengurangi kebiasaan komunikasi yang buruk dan menyesatkan.

5. Intergroup activities. Fokus dalam teknik intergroup activities adalah peningkatan hubungan baik antar-kelompok.Ketergantungan antar kelompok , yang membentuk kesatuan organisasi, menimbulkan banyak masalah dalam koordinasi. Intergroup activities dirancang untuk meningkatkan kerjasama atau memecahkan konflik yang mungkin timbul akibat saling ketergantungan tersebut.

6. Proses Consultation. Dalam Process consultation, konsultan OD mengamati komunikasi , pola pengambilan keputusan , gaya kepemimpinan, metode kerjasama, dan pemecahan konflik dalam tiap unit organisasi. Konsultan kemudian memberikan umpan balik pada semua pihak yang terlibat tentang proses yang telah diamatinya , serta menganjurkan tindakan koreksi.

7. Grip OD. Pendekatan grip pada pengembangan organisasi di dasarkan pada konsep managerial grip yang diperkenalkan oleh Robert Blake dan Jane Mouton. Konsep ini mengevaluasi gaya kepemimpinan mereka yang kurang efektif menjadi gaya kepemimpinan yang ideal, yang berorientasi maksimum pada aspek manusia maupun aspek produksi.

8. Third-party peacemaking. Dalam menerapkan teknik ini, konsultan OD berperan sebagai pihak ketiga yang memanfaatkan berbagai cara menengahi sengketa, serta berbagai teknik negosiasi untuk memecahkan persoalan atau konflik antar-individu dan kelompok.

 

Pengertian kepemimpinan

 

Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktivitas-aktivitas sebuah kelompok yang diorganisasi kearah pencapaian tujuan.

 

Tipe-Tipe Kepemimpinan.

 

1.Tipe Otokratis

Ciri-cirinya antara lain:

a. Mengandalkan k epada kekuatan kekuasaan

b.Menganggap dirinya paling berkuasa

c. Keras dalam mempertahankan prinsip

d. Jauh dari para bawahan

e. Perintah diberikan secara paksa

 

2. Tipe Laissez Faire

Ciri-ciri antara lain :

a. Memberikebebasan kepada para bawahan

b. Pimpinan tidak terlibat dalam kegiatan

c. Semua pekerjaan dan tanggung  jawab dilimpahkan  kepada bawahan

d. Tidak mempunyai wibawa

e. Tidak ada koordinasi dan pengawasan yang baik

 

3. Tipe Paternalistik

Ciri-ciri antara lain :

a. Pemimpin bertindak sebagai bapak

b. Memperlakukan bawahan sebagai orang yang belum dewasa

c.  Selalu memberikan perlindungan

d. Keputusan ada  ditangan pemimpin.

 

4. Tipe Militerlistik

Ciri-ciri antara lain :

a. Dalam  komunikasi menggunakan saluran formal

b.  Menggunakan sistem komando/  perintah

c.  Segala sesuatu bersifat formal

d.  Disiplin yang tinggi, kadang bersifat kaku

 

5. Tipe Demokratis

Ciri-ciri antara lain :

a. Berpartisipasi  aktif dalam kegiatan organisasi

b. Bersifat terbuka

c. Bawahan diberi kesempatan untuk memberi saran dan ide-ide b aru

d. Dalam pengambilan keputusan utamakan musyawarah untuk mufakat

e. Menghargai potensi individu

 

6.Tipe Open Leadership

Tipe ini hampir sama dengan tipe demokratis. Perbedaannya terletak dalam hal pengambilan keputusan. Dalam tipe ini keputusan ada ditangan pemimpin.

 

Teori Kepemimpinan

 

1. Teori Kelebihan

2. Teori Sifat

3. Teori Keturunan

4. Teori Kharismatis

5. Teori Bakat

6. Teori Sosial.

 

Pendapat : di dalam Kepimpinan pasti terdapat organisasi yang ia pimpin dan organisasi itu pasti akan berkembang dan terus berkembang karna adanya komunikasi yang baik antara pemimpin dan bawahannya.

 

Sumber :

 

http://alamtekno.blogspot.com/2013/05/pengertian-atau-definisi-komunikasi.html

 

http://latansablog.wordpress.com/2011/11/24/pengertian-dan-unsur-unsur-komunikasi/

 

http://yuliacenonk.blogspot.com/2012/03/16.html

 

http://lista.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/22306/P+13%2614+kepemimpinan.pdf

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: